Langsung ke konten utama

Pemanfaatan Media Pembelajaran Bahasa Arab

Pemanfaatan Media Pembelajaran Bahasa Arab

      Setelah seorang anak memperoleh bahasa pertamanya (B1), maka anak itu akan mengalami proses pemerolehan bahasa kedua (B2) melalui apa yang disebut dengan pembelajaran bahasa. Untuk masalah pembahasan ini ada pakar yang menyebut dengan istilah pembelajaran bahasa (language learning) danada juga yang menyebut pemerolehan bahasa (language acquisition) kedua.

    Istilah pembelajaran bahasa digunakan atas keyakinan bahwa bahasa kedua dapat dikuasai hanya dengan proses belajar dengan cara sengaja dan sadar. Hal ini berbeda dengan penguasaan bahasa pertama atau bahasa ibu yang diperoleh secara alamiah, secara tidak sadar yang dapat diperoleh di dalam lingkungan keluarga. 

    Sedangkan istilah pemerolehan digunakan atas keyakinan bahwa bahasa kedua merupakan sesuatu yang dapat diperoleh baik secara formal dalam pendidikan maupun informal dalam lingkungan kehidupan. Berikut perbedaan penggunaan istilah dalam dunia pembelajaran bahasa, di antaranya:

1. Bahasa Pertama

Bahasa pertama (B1) adalah bahasa sehari-hari atau bahasa Nasional. Ada juga yang menyebutnya sebagai bahasa Ibu. Sering terjadi kekeliruan dalam memaknai bahasa ibu. Bahasa ibu bukanlah bahasa yang digunakan ibu sejak lahir atau bahasa yang digunakan oleh kedua orang tuanya ketika berbicara (suami istri), tetapi bahasa yang digunakan ketika berkominikasi dengan anaknya sejak lahir atau usia paling dini.

2. Bahasa Kedua

Secara umum belajar bahasa yang bukan bahasa pertama (B1) disebut bahasa kedua (B2) atau bahasa asing. Yakni, bahasa yang digunakan oleh orang secara umum dalam masyarakat luas (tetapi bukan bahasa rumah tangga), maupun yang dipakai oleh orang “asing” (yakni di luar lingkungan masyarakat dalam kelompok atau bangsa).

    Mengapa bahasa Arab menjadi bahasa kedua dalam dunia pendidikan di Indonesia? Secara historis bahasa Arab mempunyai hubungan erat yang tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan di Indonesia. Lantas bagaimanakah urgensi bahasa Arab dan pembelajarannya yang efektif, yaitu pembelajaran yang tepat, dengan waktu yang relatif singkat, dan mencapai hasil yang maksimal. bagi para pembelajar di Indonesia. Atas pandangan tersebut, institusi pendidikan baik formal maupun non formal yang berafiliasi keIslaman sudah semestinya menjadikan bahasa Arab sebagai pembelajaran yang diprioritaskan di antara bahasa asing lainnya.

    Pembelajaran bahasa Arab, sebagaimana pembelajaran bahasa lainnya merupakan suatu sistem yang melibatkan banyak komponen (tidak berdiri sendiri). Komponen tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi berhasil tidaknya pembelajaran bahasa. Di antara komponen-komponen tersebut adalah tujuan, materi, metode, sumber belajar, media pembelajaran, evaluasi hasil belajar.

    Tujuan pembelajaran bahasa Arab yang dibutuhkan adalah membentuk pembelajar di Indonesia; (1) terampil mendengar dan berbicara (maharah istima’-kalam) dengan topik-topik yang komunikatif dan kontekstual dan, (2) terampil membaca dan menulis bahasa Arab (maharah qira’ah-kitabah), yaitu membaca teks topik-topik tentang sosial keagamaan dan keprodian, serta menulis, yaitu melambangkan huruf/ kata-kata bahasa Arab dengan baik dan benar dalam konteks kebutuhannya hari ini dan ke depan.Tujuan ini terlihat bahwa fokus pembelajaran bahasa Arab untuk berkomunikasi, yaitu pembentukan keterampilan berbahasa; bukan kepada pengetahuan bahasa. Pengetahuan bahasa bersifat terapan; bukan teoritis.

Berikut adalah contoh-contoh media yang dapat diterapkan dalam pembelajaran:

a.) Buku/Modul Pembelajaran


b.) Poster Pembelajaran


c.) Power Point

https://docs.google.com/presentation/d/12FhzvWA_hJTaYhwSqeVHXvYhMxiBQKs5/edit?usp=drive_link&ouid=116301352040301996807&rtpof=true&sd=true 

d.) Google Form

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfU5sWIfXKqHyEUONFGm0oik6UmUt0eKZUCK28Is271nk9oAg/viewform

e.) Pembelajaran dengan Camtasia

https://youtu.be/2SVmK0mMEio

f.) Animaker



Selamat mencoba dan semoga bermanfaat....

Komentar